By Muhammad Tohri

Liga Santri Nusantara Regional I Resmi Dibuka Oleh Sekda NTB.

Sekda NTB, Kadispora NTB, Polda NTB, dan Panitia Pelaksana

Liga Santri Nusantara (LSN) Region NTB I, melakukan Opening ceremonial Pada rabu tanggal 01 agustus 2018 beberapa hari yang lalu.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh beberapa pejabat Provinsi yakni Sekda NTB, Dr. Rosiadi Sayuti dan Kadispora ibu Husnanidiaty Nurdin, serta beberapa jajaran dari kapolda NTB.

Kegiatan liga santri Nusantara (LSN) diikuti oleh 32 club sepak bola dari Ponpes yang tersebar di kota mataram, lombok barat, lombok tengah dan KLU.

Dalam Sambutannya Drs. H. Jamhur M.Pd, ketua RMI-NU NTB yang sekaligus Sebagai Koordinator Regional (Koreg) Bali Nusra I menyatakan bahwa santri kerap kali identik dengan mengaji atau mmbaca kitab, namun melalui LSN ini santri Bisa membuktikan kemampuannya dalam berolaharaga khususnya di bidang Sepak bola.

Ia juga menyampaiakan bahwasanya pembinaan yang minim dan perhatian yg kurang, menyebabkan santri di NTB belum mencapai hasil yang memuaskan, sehingga Pada seri Nasional kemarin, perwakilan Ponpes juara LSN Reg I hanya bertahan sampai 16 Besar.

Kegiatan LSN 2018 kali ini dipusatkan di Lapangan GOR Turide Mataram. Kick off langsung dibuka oleh Sekda Provinsi NTB bapak Rosiady Sayuti.

Dalam pidatonya, Sekda NTB memberikan Motivasi kepada para santri untuk terus menggelorakan semangat olaharaga, serta ia pun menyanggupi bahwa Tiket Ke Seri Nasional nanti akan ditanggung oleh Pemrintah Provisnsi melalui Kadispora NTB.

Dalam wawancara diakhir kegiata Ketua LSN Nusra I, Syukron Hadi ME. Menuturkan bahwasanya LSN bertujuan mencari bibit pemain sepak bola dari kalangan santri, ditambahkan, ia sngat yakin bahwa santri merupakan gudangnya pemain berbakat.

Ia juga cukup bangga, bahwa pembukaan LSN kali ini sangat meriah dibanding dengan LSN tahun tahun sebelumnya, antusias santri luar biasa, serta ditambah dengan dukungan dari pemerintah yang sudah mengijinkan untuk penggunaan Lapangan GOR sebagai pusat LSN, bahkan yang sangat membahagiakan adalah pernyataan sekda NTB yg menyanggupi akan menanggung Tiket Ke seri Nasional.

“Apa yg disampaikan Sekda NTB merupakan angin segar bagi LSN tahun ini, kita berharap dengan dukungan tersebut bisa menambah semangat santri dalam berlomba, serta target kita mampu masuk final di seri Nasional” jelas Syukron.

Gusdurian-lombok
By Qalama Institute

Gusdurian Lombok, Respon Meningkatnya Ujaran Kebencian

Gusdurian-lombokQalama.com – Tingginya ujaran kebencian terutama pasca pilgub DKI harus dilawan dengan memperbanyak konten-konten positif serta berani melaporkan setiap ujaran kebencian yang terjadi di dunia online maupun online.

Hal tersebut dikatakan Seknas Gusdurian Sarjoko saat memberikan materi di Acara Kopdar Gusdurian Lombok di Mataram, Sabtu (14/7) kemarin.

Di acara yang dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai Kabupaten di NTB tersebut, Joko juga menyampaikan, tindakan mencaci maki, menghina, merendahkan, dan menghakimi orang lain bahkan hari ini dianggap lumrah di kanal-kanal sosial media.

“Tanpa sadar, praktik-praktik ini terjadi bahkan sudah ditingkat yang sangat mengkhawatirkan” Ungkap Joko.

Karena itu, Gusdurian yang merupakan murid dan pelanjut nilai-nilai Gusdur harus menjadi garda depan mengantisipasi bahkan melawan tindakan-tindakan ini agar tidak meluas.

Sementara itu Heru, salah seorang pembicara yang lain mengatakan, Gusdurian perlu langkah-langkah strategis dalam merespon ujaran kebencian ini dengan terus menyebarluaskan gagasan toleransi dan nilai-nilai kebhinnekaan sebagaimana yang telah diajarkan Gus Dur.

“Para murid, pengagum, dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur punya tanggungjawab besar meneladani karakter dan prinsip nilai yang pernah diajarkan beliau salah satunya Toleran dan tidak diskriminatif terhadap kelompok atau individu lain” Ungkap Heru.

Ia menambahkan, untuk mempermudah menampung laporan ujaran kebencian yang terjadi, Jaringan Gusdurian saat ini sedang mengembangkan sebuah platform khusus bernama Kabarkan.org. Melalui Flatform ini, semua masyarakat bisa melaporkan langsung tindak intoleransi dan diskriminasi yang ditemukan ditengah masyarakat.

“Flatform ini memiliki aplikasi yang mudah digunakan, tinggal jepret, kasi keterangan, dan kami akan lakukan tindak lanjut untuk ditangani pihak-pihak yang kompeten” Ujarnya.

Gusdurian-gusdur-lombok-poros-langit
By Qalama Institute

Poros Langit Pendukung Gus Dur

Yusuf-gusdurian-lombok
Yusuf Tantowi
Alumni Ponpes Hidayatul Islamiyah (HI) Bagek Nyaka, Lotim

Diskusi ‘bergizi tinggi’ hasil duet Dr. M Sya’roni Rofii MA dengan Muhammad Said, M. Hum. Membincangkan “Gus Dur : Telaga Inspirasi Generasi Muda Santri Nusantara” bersama GusDurian Lombok, Keluarga Alumni Ponpes Hidayatul Islamiyah (HI) Bagek Nyaka dan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Lombok Timur.

Kalau Sya’roni membahas kebijakan strategis & gagasan-gagasan besar Gus Dur plus kontroversinya selama menjadi presiden, Said justru mengulas sisi-sisi aneh, mistik dan pikiran visioner seorang Gus Dur.

“Kalau orang bilang Gus Dur diusung jadi presiden oleh kelompok Poros Tengah, saya malah melihatnya Gus Dur didukung oleh poros langit” kata Muhammad Said.

“Buktinya Gus Dur didukung oleh kyai-kyai khos NU. Dia juga tidak daftar. Yusril Ihza Mahendra yang malah daftar, tidak dipilih oleh anggota MPR di Senayan. Jauh sebelum sidang umum MPR, Gus Dur sudah bilang ia akan jadi presiden” urainya. Itu menunjukan ‘penguasa langit’ merestui dan menghendaki Gus Dur jadi presiden.

Orang – orang yan mendengar pernyataan itu secara langsung tentu saja tidak percaya apa yang dikatakan Gus Dur ketika itu. Apa lagi saat itu Gus Dur sedang sakit keras.

“Tapi Gus Dur malah bilang, mudah menjadi presiden itu. Modal saya jadi presiden hanya modal dengkul. Itu pun menggunakan dengkul Amin Rais” tambah Said menyampai perkataan Gus Dur sebelum beliau meninggal.

Selesai acara dilanjutkan dengan silaturrahmi untuk mengecas kembali pemahaman tauhid kepada Al Mukarram TGH. Abdul Azim, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah (HI), Desa Bagek Nyaka Santri, Kec. Aikmel, Lombok Timur, Kamis (21/6) 2018.[]

pkb-suhaili-amin-janapria-kopang
By Qalama Institute

PKB Janapria: Solid Menangkan Suhaili-Amin, Targetkan Legislatif 2 Kursi

pkb-suhaili-amin-janapria-kopangQalama.com – Tim Pemenangan Suhaili – Amin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) PAC Janapria terus bergerak memenangkan Pasangan Suhaili-Amin. Bahkan, DPAC PKB Janapria memprediksi kemenangan Paslon Nomor 1 ini akan mencapai target 85%. Hal tersebut di tegaskan Suhaili, M.Si Ketua DPAC PKB Kecamatan Janapria pada Redaksi Qalama.com Rabu, (20/6) hari ini.

Suhaili menambahkan, prediksinya ini tidak akan jauh meleset karena belajar dari pengalaman pemilu yang sudah-sudah khususnya di Pilkada Lombok Tengah, suara Suhaili sudah bisa dihitung, baik ketika Pilkada bersama H.L. Normal Suzana maupun bersama L. Pathul Bahri.

“Suara Suhaili di Janapria termasuk sangat Fanatis, ini kami buktikan dari pemilu ke pemilu” ungkapnya.

Faktor lain yang membuat suara Suhali-Amin sangat signifikan di kecamatan paling timur Lombok Tengah ini, karena masyarakat Janapria hampir 70% adalah warga Nahdlatul Ulama dan merupakan jama’ah At Tohiriyah Alfadiliyah (Yatofa) Bodak.

“Mayoritas Warga NU dan Murid Almagfurlah TGH. Datok Fadil Bodak, pengaruhnya masih sangat kuat” Tambahnya.

Suhaili mengakui, dirinya di DPAC PKB termasuk cukup terbantu dengan kondisi ini. Sehingga, walaupun tidak ada instruksi partai secara khusus untuk bergerak siang-malam, ia dan timnya terus bergerak.

“Kami tidak hanya bawa semangat partai tapi juga semangat NU dan silsilah keilmuan kami ke Situbondo dan Bodak” Jelasnya

Suara PKB Melambung Tinggi

Disinggung soal suara PKB di Janapria, Suhaili menambahkan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di Janapria sejak awal tahun lalu sudah terbentuk kepengurusan mulai dari PAC hingga Ranting, sehingga untuk pemilu tahun ini PKB berani menargetkan suara yang signifikan.

“Tahun-tahun sebelumnya nyaris tak terdengar suara PKB karena pergerakan pengurusnya belum terlihat, nah tahun ini PKB di Janapria sudah massif, kita sudah siap” Tandas Suhaili yang juga pengurus Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak ini.

Bahkan dikatakannya, sejak Maret 2018, PKB Janapria sudah mulai menjaring secara kultural dan internal Calon-Calon Legislatif yang akan maju dari Dapil Kopang Janapria.

“Untuk Dapil II kita dapat jatah 8 Calon, nah dari Janapria kita majukan 4 caleg yang masing-masing telah kita uji memiliki basis yang kuat di Masyarakat, mereka adalah pimpinan pondok pesantren dan juga tokoh masyarakat yang disegani” jelasnya.

Melihat kondisi PKB saat ini, terutama soliditas Ranting di 12 desa, Ia dan jajarannya sangat optimis PKB menang dan meraih dua kursi untuk Dapil II Kopang-Janapria.

“Kita sangat optimis, PKB sudah menjadi pembicaraan dimana-mana, Bahkan untuk caleg, boleh jadi kalo Kopang tak ada calon potensial menang, maka target dua wakil Insya Allah dari Janapria” Tambahnya.