By Qalama Institute

Belajar Dari Pawon Maia

Oleh : Suhaili (Pembelajar Menulis)

Di pengantar Buku “Pawon” Karya teman saya Maya Rahmayati, Samsul Bahri yang tak lain adalah Kakak Kandung Maia ini menulis beberapa kalimat sugestif yang memotivasi penulis-penulis pemula seperti saya.

Samsul Bahri mengurai adiknya sebagai seorang penulis pemula yang pandai merangkai kalimat, menyambung kata, memilih diksi, dengan gaya bahasa tunggang langgang.

Ia katakan, Maia yang dia kenal adalah sosok  tangguh yang tak pernah menyerah berjuang menjadi penulis sampai lahirnya buku ini.

Awalnya ia mengira adiknya ini hanyalah penulis pemula yang tulisannya biasa-biasa saja. Hingga suatu hari, tanpa sengaja ia melihat nama Maia di halaman “Perpektif” koran terbesar di NTB, Lombok Post.

Samsul baru tersadar delapan tahun lamanya ia tidak pernah membaca tulisan adiknya. Maia, ternyata telah mengalami perubahan dalam dirinya, dan menulis dengan gaya yang tak biasa seperti yang dia kira hingga lahirnya buku “pawon” ini.

Menulis Pengalaman

Tulisan-tulisan Maia Rahmayati dibuku “Pawon”, mulai lembar pertama hingga lembar terakhir, adalah sebuah refleksi pribadi yang kembali ditulis secara apik dan menggugah.

Saya kok terinspirasi menulis dengan gaya yang sama. Benar memang, tulisan yang berdasarkan refleksi pribadi selalu lebih mengalir dan menginspirasi banyak orang.

Yuuk menulis, kita ikuti jejak Maia. Menulis refleksi pribadi untuk menjadi inspirasi semua orang.

Selamat menulis!

menulis-belajar
By Qalama Institute

Menulis Kreatif ; Curhat diatas Kloset

Malam ini terus terang saya lagi pusing, entah pengalaman apa yang bisa saya bagikan esok ke teman2 blogger. Temanya “Tekhnik menulis kreatif bagi para blogger”. Tema yang saya rasa cukup berat, saya tak pernah terbiasa menulis yang berat-berat seperti ini.

Hmm, sepenggal paragraf diatas sebenarnya sudah bisa dikategorikan penulisan kreatif. Yang bisa kita pelajari dari paragraf diatas adalah tulisan bebas atau bahasa lainnya free writing.

Saat ini saya sedang berusaha menulis bebas untuk memberikan sedikit bagi-bagi pengalaman untuk anda. Dan mohon maaf sebelumnya, saya menulis ini sambil saya duduk diatas closed. Saya mohon anda memakluminya karena kebetulan idenya muncul disini hehe.

Jadi, langsung aja ya…jurus pertama menulis kreatif adalah MENULIS (MENGALIR) BEBAS. Apa yang saya maksud menulis mengalir bebas?

Menulis mengalir bebas – atau boleh juga kita sebut MENULIS MERDEKA adalah menulis yang tidak terikat pada macem-macem aturan penulisan, seperti EYD, tanda baca, huruf besar-huruf kecil, salah ketik dan sebagainya. Tulisan yang ditulis tanpa diedit, tulisan yang keluar dari apa yang kita fikirkan saat itu juga. Tulisan yang #TanpaBertanya; bagus atau tidak?

Tulisan model begini sering juga disebut aktifitas menulis untuk diri sendiri. Hernowo menyebutnya SELF WRITING alias menulis di ruang private. Tulisan yang hanya untuk konsumsi diri sendiri tidak untuk dibaca orang lain.

Self Writing akan membantu kita bebas memilih apapun yang ingin kita tuliskan, tulisan tanpa beban. Menulis apa yang kita baca, lalu membaca apa yang kita tulis. Membaca dan menulis ini dua aktifitas yang memang saling berhubungan. Menulis tanpa membaca tentu hasilnya akan berbeda dengan menulis berdasarkan membaca.

Mana yang prioritas? membaca dulu atau menilis dulu?. Keduanya samasaja, anda tinggal memilih suka-suka anda.

Menulis terlebih dahulu baru membaca itu bagus! karena anda pasti akan menulis apa yang pernah anda tahu, apapun itu. Baik dari ngobrol sama teman. Begitupun sebaliknya, membaca dulu, baru menulis bagus juga! Itu artinya, anda menulis apa yang sudah anda baca. Mana yang lebih efektif? Ya suka-suka anda saja. he

Selanjutnya, menulis membutuhkan banyak latihan. Tak ada satupun tekhnik menulis yang hebat dan bisa membuatmu menjadi penulis. Yang bisa menjadikan seseorang menjadi penulis hanyalah seberapa banyak dia berlatih menulis.

Seorang penulis pernah cerita ke saya, menulis itu seperti belajar memasak. Cara belajar paling efektif bagi orang yang sedang melajar memasak adalah langsung ke dapur. Cari bahan yang mau dimasak, racik dan masak bumbu-bumbunya, jangan difikirkan apakah masakannya nanti berasa enak atau tidak. Itu urusan nanti, yang penting masak dulu.

Sangat jarang seseorang yang baru pertama kali belajar memasak lalu masakannya langsung enak. Biasanya ada saja yang kurang atau kelebihan, kadang keasinan, kurang minyak, kurang terasi, bahkan kadang masakannya gosong karena apinya terlalu besar. Tapi itu semua akan jadi pelajaran berharga bagi anda ketika nanti masuk dapur kedua, ketiga keempat kalinya dan seterusnya. Cocoklah seorang kawan saya Maia Rahmayati menulis buku “Pawon”, ternyata Pawon itu memang Inspiratif dan menggugah selera terutama soal makan-memakan he.</div>

Apa Manfaatnya Bagiku (AMBAK!)

Menulis buku, menulis artikel, menulis apapun, apabila menggunakan cara Free Writing dan Personal Writing Ini yakin saya anda pasti bisa, apalagi menulis blog. Tapi ada baiknya, sebelum anda menulis, Anda bertanya pada diri anda, Apa Manfaat Menulis ini Bagiku? Atau Untuk apa menulis? Apakah sekadar belajar menulis saja, curhat pribadi, membagikan pengalaman, memberikan informasi, atau keinginan yang lain, misal supaya anda bisa hasilkan uang dari tulisan anda? promosi atau iklan barangkali?.

Pertanyaan ini saya kira penting dijawab, Tujuannya menggali Motivasi. Tekhnik Menulis secanggih apapun, apabila motivasi menulisnya kosong, maka selamanya tak akan menghasilkan sebuah tulisan. Sebaliknya apabila motivasi menulis sudah ada, menulis akan terasa mudah dan menyenangkan. Jadi, tidak terlalu penting cara menendang bola, suruh saja turun lapangan dan bolanya langsung ditendang nanti lama-laa juga bisa sendiri. Pertanyaannya seberapa banyak ia melakukan rutinitas menendang bola ini.

Motivasi Menulis Blog

1. Sharing informasi

Untuk berbagi informasi tentu saja anda harus banyak informasi juga. Hehe konyol ya kata-kata ini. Tapi ya benar, bagaimana anda bisa membagikan onformasi tapi anda tidak punya informasi yang akan anda bagikan. Bodoh bukan? Seperti kata Ali BD kemarin. He

2. Sharing pengalaman

Sama juga dengan ini. Tentu anda bisa membagikan pengalaman anda. Pengalaman apa saja, aneh, gila, konyol-sekonyol apaun. Jangan remehkan dulu pengalaman itu, karena boleh jadi pengalaman-pengalaman demikian justru besar manfaatnya untuk orang lain. Justru pengalaman masing-masing kita, ada kecenderungan bersifat unik. Dan konyolnya kita seringkali terlambat menyadarinya.

3. Bisnis

Menulis untuk bisnis. Nah ini saya paling suka, bisnis dengan memanfaatkan menulis di blog/ internet ini sangat menarik, saya bisa berbagi banyak tentang ini, (maaf tidak berbagi uang ya). Karena saya kebetulan menjadi pelaku juga.

Tahun 2007, ketika saya masih kuliah, saya sudah berhasil memanfaatkan internet buat mendapatkan uang. Cerita singkatnya, ada seorang teman saya datang dari jakarta dan saat akan pulang minta dicarikan madu asli. Saya berkeliling ke cakra dan ampenan mencari tau dimana saya bisa membeli madu asli. Saya akhirnya dapat di Karang Medain. Tahunya palsu. Kedatangan temab saya yang kedua, lagi saya mencari madu asli. Lagi-lagi saya menjadapatkan yang palsu. Dari sana saya mulai mencari orang yang benar2 menjual madu asli. Saya tulis pengalaman itu dan sampai sekarang menjadi artikel yang paling sering dibaca di blog saya. Dan sudah mendapatkan duit cukup banyak. Saya tak enak menyebutnya berapa.

Begitu sederhananya, sampai saya mendirikan CV bentang media, dan menjual beragam oleh-oleh khas lombok. Saya telah memanfaatkan blog saya untuk bisnis dan mendapatkan uang.

4. Seo

Memanfaatkan blog sebagai media iklan atau mendapatkan uang dengan cara lain. Di internet ada yang disebut dengan adsense. Skemanya begini, hotel tempat kita beracara ini memasang iklan di google dengan biaya 100 ribu, google tak mau kerja sendiri tapi menawarkan ke kita yang memiliki blog untuk memasang iklannya diblog kita. Apabila ada yang mengklik atau mengunjungi iklan yang dipasang di blog kita maka kita mendapatkan duit. Harganya tergantung nilai kata kuncinya dan dari negara mana iklan itu diklik.

Jika diklik dari luar asia seperti amerika dan eropa, harga kliknya tentu akan lebih besar jika dibandingkan dengan klik dari dalam negeri. Sehingga untuk blog type ini sebaiknya bebahasa inggris atau lainnya.

5. Bidik waktu Prime Time Anda

Waktu berkualitas masing-masing kita berbeda-beda, saya paling suka menulis malam hari sebelum tidur, sekitar jam 12 malam dan beberapa saat sebelum subuh. Mungkin anda berbeda lagi, siang hari barangkali?

6. Jangan menulis kalo tidak Happy!

7. Cari tempat yang asyik untuk menulis!Udah segitu aja kawan, apa yang bisa anda pelajari dari pengalaman saya ini? Gag ada ya? Hehe,,,,saya percaya anda sudah tau semua. Tapi jikapun sudah, semoga ini bermanfaat sebagai pengalaman bagi yang belum. Saya tunggu share anda dalam diskusi. Saya juga butuh belajar dari anda semua. Termakasih.  Ayo Diskusi!

Tulisan ini saya presentasikan di Acara Flash Blogging “Bijak Bermedia Sosial” yang diselenggarakan Kominfo dan Ditjen Informasi dan Komunikasi (IKP) di Hotel Lombok Astoria Pada, 15 September 2017.

By Qalama Institute

Penulis Pemula, Bagaimana Cara Menulis Buku ?

Kenapa Perlu Menulis Buku ? Sebuah pertanyaan yang biasa diajukan anak-anak baru di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) seaktu dulu sering jadi pembicara pelatihan menulis tingkat dasar di kampus. Kalo ditanya begitu, saya selalu menjawabnya, karena bagi kita yang gak punya harta benda, hanya menulis buku yang bisa jadi warisan dan amal setelah kita tiada.

Suatu ketika, saya mengisi pelatihan menulis di sebuah Ponpes di Lombok Tengah, seperti biasanya saya bertanya balik ke peserta , kalian tahu siapa pengarang kitab-kitab fiqh yang jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan itu, mereka itu imam syafi’i, Hanafi, Hambali dan masih banyak yang lain. Kenapa mereka selalu diingat hingga hari ini, karena mereka menulis buku. Lha…

Saya kemudian biasanya biasanya menegaskan ini dengan nyontek kata-kata motivasi dari Pramoedya Ananta Toer, kata dia, menulis itu proses mengabadikan diri. Hmm. Jadi, walau jawabanku agak me