Lombok yang bhineka!

Ahmad Jumaili
Qalama Institute

Jika anda ingin menyaksikan dan merasakan praktik persaudaraan Islam (Ukuwah Islamiyah), Persaudaraan kebangsaan (Ukhuwah Wathoniyah) dan persaudaraan dalam Kemanusiaan (Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah), maka datanglah ke Pulau Lombok. Disini engkau akan menyaksikan betapa 3 macam ukhuwah ini berjalan secara baik penuh kedamaian.

Jauh sebelum bencana Gempa ini melanda kami, di bumi yang dijuluki pulau seribu masjid ini, kami telah hidup berdampingan walaupun beda agama, beda etnis, beda bahasa dan beda ras. Disini ada Islam, Hindu, Budha, Kristen, berbagai aliran kepercayaan seperti Bodha dan Komunitas Wetu Telu. Juga beragam etnis seperti Sasak, Samawa, Mbojo, Bugis, Jawa, Bali, Batak, Betawi dll. Begitupula ormas, disini ada Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathan, Muhammadiyah, Persis dll.

Kami bukan Taman Mini yang dibikin-bikin, tapi benar-benar miniatur Indonesia yang natural.

Adalah biasa,
Ummat Islam dan Ummat Hindu saling undang acara rowah mulud atau Galungan.

Adalah biasa,
Ummat Kristiani dan Ummat Islam saling undang di acara Natal dan Iedul Fitri.

Adalah biasa,
Anak-anak anak-anak dari berbagai agama sekolah dan bermain di tempat yang sama.

Adalah biasa,
Kami di Lombok, bermuamalah di kampung, di pasar, di pusat-pusat keramaian, saling sapa dan saling penuhi kebutuhan tanpa melihat latar belakang agama…

Maka ketika terjadi bencana…
Persaudaraan kami terasa semakin erat, jalinan persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan terasa semakin kuat. Maka lihatlah, bantuan dan pertolongan untuk korban gempa ini datang dari berbagai penjuru tampa bertanya bantuan ini darimana, agamanya apa, etnis apa, sukunya apa. Karena bantuan tak punya entitas agama.

Saya Bersyukur menjadi Indonesia!
Saya Bersyukur menjadi Lombok yang Bhineka!

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *