Tgb-jokowi-politik-212

Membaca Dukungan TGB Untuk Jokowi & Arah Baru Pembangunan NTB

Tgb-jokowi-politik-212
Paox Iben Mudhaffar
Budayawan, Pengamat Sosial dan Pedagang Kopi

Qalama.com – Publik di NTB heboh dengan pemberitaan TGB yang menyatakan bahwa Jokowi layak memimpin Indonesia 5 tahun lagi. Pernyataan itu seperti menganulir pendapat yang selama ini menempatkan TGB sebagai pendukung “musuh” bebuyutan Jokowi.

Namun beberapa militan menyebut itu berita hoax meskipun link-nya cukup jelas. Ada juga yang menganggap bahwa TGB sedang khilaf saja. Sebagian yang lain mengatakan, ” TGB itu ulama, orangnya santun dan halus. Jadi wajar jika Beliau memuji Jokowi. Bukan berarti mendukung Jokowi,” kata salah satu pendukungnya melalui pesan massanger.

Sementara, beberapa yang mulai kecewa menyebut jika langkah itu dilakukan karena TGB cari aman. Seperti di lansir sebuah portal berita di portal-islam.id.

Terlepas pro dan kontra tersebut, banyak yang meyakini jika “meluluhnya” sikap TGB itu karena faktor DR. Zulkieflimansyah setelah terpilih menjadi Gubernur NTB menggantikan TGB. DR Zul, begitu sapaan pria kelahiran Sumbawa tersebut yang merupakan kader PKS itu merupakan politisi yang cukup cerdik dan pelobi yang sangat ulung.

Meskipun secara garis politik PKS sering berseberangan dengan pemerintahan Jokowi, namun DR Zul cukup dekat dengan lingkaran istana. Sebut saja Luhut Binsar Panjaitan, Ketum Golkar Erlangga Hartarto dan pengusaha Surya Paloh yang menjadi dedengkot partai Nasdem.

Kemenangan PKS di NTB di satu sisi seperti oase ditengah merosotnya perolehan suara para kandidat kepala daerah yang diusung partai “Tuhan” tersebut, khususnya di Jawa.

Di sisi lain tentu ini sedikit “mengkhawatirkan” kubu-kubu pro pemerintah. Situasi ini dalam kacamata politik tentu bagai buah simalakama bagi NTB. Maju kena, mundur gak dapat apa-apa. Apalagi banyak kepala daerah yang terlibat dalam aksi 212 banyak yang akhirnya di”gangguin” oleh KPK.

Seperti tak ingin berspekulasi tentang masa depan/kesinambungan pembangunan daerah, DR Zul yang akan menggantikan TGB-pun bergerak cepat dengan merangkul pihak-pihak yang berkomprten untuk “mengamankan”NTB. Langkah itu bahkan dilakukan sebelum pengumuman resmi oleh KPU tentang siapa pemenang Pilgub NTB.

Seperti diketahui, oleh pemerintah Jokowi daerah NTB di tetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia. Beberapa mega proyek pemerintah pusat seperti KEK Mandalika, Global Hub dan proyek pengembangan infrastruktur pulau Sumbawa tengah bergulir di daerah ini.

Tengarai saya, untuk meyakinkan para pihak bahwa NTB masih cukup kondusif dan koperatif, DR Zul mengajak TGB untuk bersilaturahmi kepada para tokoh dan membuat pernyataan yang cukup menghebohkan itu.

Jadi apakah pernyataan dukungan TGB itu sebuah sinyal beliau akan digandeng Jokowi dalam pilpres mendatang? Saya kira masih cukup jauh.

Tapi setidaknya untuk sementara waktu itu akan meredam “ketegangan” banyak pihak, baik di pusat maupun di NTB. Mereka yang biasa berseteru akan bisa bernafas sedikit lega. Tinggal garis keras TGB dan mereka yang memandang politik itu hitam putih yang masih kebingungan.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *