Gusdur
By Muhammad Tohri

Disini Tulis Judul Tampilannya seperti disini;;;;

GusdurQalama.com – Tingginya ujaran kebencian terutama pasca pilgub DKI harus dilawan dengan memperbanyak konten-konten positif serta berani melaporkan setiap ujaran kebencian yang terjadi di dunia online maupun online.

Hal tersebut dikatakan Seknas Gusdurian Sarjoko saat memberikan materi di Acara Kopdar Gusdurian Lombok di Mataram, Sabtu (14/7) kemarin.

Di acara yang dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai Kabupaten di NTB tersebut, Joko juga menyampaikan, tindakan mencaci maki, menghina, merendahkan, dan menghakimi orang lain bahkan hari ini dianggap lumrah di kanal-kanal sosial media.

“Tanpa sadar, praktik-praktik ini terjadi bahkan sudah ditingkat yang sangat mengkhawatirkan” Ungkap Joko.

Karena itu, Gusdurian yang merupakan murid dan pelanjut nilai-nilai Gusdur harus menjadi garda depan mengantisipasi bahkan melawan tindakan-tindakan ini agar tidak meluas.

Sementara itu Heru, salah seorang pembicara yang lain mengatakan, Gusdurian perlu langkah-langkah strategis dalam merespon ujaran kebencian ini dengan terus menyebarluaskan gagasan toleransi dan nilai-nilai kebhinnekaan sebagaimana yang telah diajarkan Gus Dur.

“Para murid, pengagum, dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur punya tanggungjawab besar meneladani karakter dan prinsip nilai yang pernah diajarkan beliau salah satunya Toleran dan tidak diskriminatif terhadap kelompok atau individu lain” Ungkap Heru.

Ia menambahkan, untuk mempermudah menampung laporan ujaran kebencian yang terjadi, Jaringan Gusdurian saat ini sedang mengembangkan sebuah platform khusus bernama Kabarkan.org. Melalui Flatform ini, semua masyarakat bisa melaporkan langsung tindak intoleransi dan diskriminasi yang ditemukan ditengah masyarakat.

“Flatform ini memiliki aplikasi yang mudah digunakan, tinggal jepret, kasi keterangan, dan kami akan lakukan tindak lanjut untuk ditangani pihak-pihak yang kompeten” Ujarnya.

Gusdurian-lombok
By Qalama Institute

Gusdurian Lombok, Respon Meningkatnya Ujaran Kebencian

Gusdurian-lombokQalama.com – Tingginya ujaran kebencian terutama pasca pilgub DKI harus dilawan dengan memperbanyak konten-konten positif serta berani melaporkan setiap ujaran kebencian yang terjadi di dunia online maupun online.

Hal tersebut dikatakan Seknas Gusdurian Sarjoko saat memberikan materi di Acara Kopdar Gusdurian Lombok di Mataram, Sabtu (14/7) kemarin.

Di acara yang dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai Kabupaten di NTB tersebut, Joko juga menyampaikan, tindakan mencaci maki, menghina, merendahkan, dan menghakimi orang lain bahkan hari ini dianggap lumrah di kanal-kanal sosial media.

“Tanpa sadar, praktik-praktik ini terjadi bahkan sudah ditingkat yang sangat mengkhawatirkan” Ungkap Joko.

Karena itu, Gusdurian yang merupakan murid dan pelanjut nilai-nilai Gusdur harus menjadi garda depan mengantisipasi bahkan melawan tindakan-tindakan ini agar tidak meluas.

Sementara itu Heru, salah seorang pembicara yang lain mengatakan, Gusdurian perlu langkah-langkah strategis dalam merespon ujaran kebencian ini dengan terus menyebarluaskan gagasan toleransi dan nilai-nilai kebhinnekaan sebagaimana yang telah diajarkan Gus Dur.

“Para murid, pengagum, dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur punya tanggungjawab besar meneladani karakter dan prinsip nilai yang pernah diajarkan beliau salah satunya Toleran dan tidak diskriminatif terhadap kelompok atau individu lain” Ungkap Heru.

Ia menambahkan, untuk mempermudah menampung laporan ujaran kebencian yang terjadi, Jaringan Gusdurian saat ini sedang mengembangkan sebuah platform khusus bernama Kabarkan.org. Melalui Flatform ini, semua masyarakat bisa melaporkan langsung tindak intoleransi dan diskriminasi yang ditemukan ditengah masyarakat.

“Flatform ini memiliki aplikasi yang mudah digunakan, tinggal jepret, kasi keterangan, dan kami akan lakukan tindak lanjut untuk ditangani pihak-pihak yang kompeten” Ujarnya.

Tgb-jokowi-politik-212
By Qalama Institute

Membaca Dukungan TGB Untuk Jokowi & Arah Baru Pembangunan NTB

Tgb-jokowi-politik-212
Paox Iben Mudhaffar
Budayawan, Pengamat Sosial dan Pedagang Kopi

Qalama.com – Publik di NTB heboh dengan pemberitaan TGB yang menyatakan bahwa Jokowi layak memimpin Indonesia 5 tahun lagi. Pernyataan itu seperti menganulir pendapat yang selama ini menempatkan TGB sebagai pendukung “musuh” bebuyutan Jokowi.

Namun beberapa militan menyebut itu berita hoax meskipun link-nya cukup jelas. Ada juga yang menganggap bahwa TGB sedang khilaf saja. Sebagian yang lain mengatakan, ” TGB itu ulama, orangnya santun dan halus. Jadi wajar jika Beliau memuji Jokowi. Bukan berarti mendukung Jokowi,” kata salah satu pendukungnya melalui pesan massanger.

Sementara, beberapa yang mulai kecewa menyebut jika langkah itu dilakukan karena TGB cari aman. Seperti di lansir sebuah portal berita di portal-islam.id.

Terlepas pro dan kontra tersebut, banyak yang meyakini jika “meluluhnya” sikap TGB itu karena faktor DR. Zulkieflimansyah setelah terpilih menjadi Gubernur NTB menggantikan TGB. DR Zul, begitu sapaan pria kelahiran Sumbawa tersebut yang merupakan kader PKS itu merupakan politisi yang cukup cerdik dan pelobi yang sangat ulung.

Meskipun secara garis politik PKS sering berseberangan dengan pemerintahan Jokowi, namun DR Zul cukup dekat dengan lingkaran istana. Sebut saja Luhut Binsar Panjaitan, Ketum Golkar Erlangga Hartarto dan pengusaha Surya Paloh yang menjadi dedengkot partai Nasdem.

Kemenangan PKS di NTB di satu sisi seperti oase ditengah merosotnya perolehan suara para kandidat kepala daerah yang diusung partai “Tuhan” tersebut, khususnya di Jawa.

Di sisi lain tentu ini sedikit “mengkhawatirkan” kubu-kubu pro pemerintah. Situasi ini dalam kacamata politik tentu bagai buah simalakama bagi NTB. Maju kena, mundur gak dapat apa-apa. Apalagi banyak kepala daerah yang terlibat dalam aksi 212 banyak yang akhirnya di”gangguin” oleh KPK.

Seperti tak ingin berspekulasi tentang masa depan/kesinambungan pembangunan daerah, DR Zul yang akan menggantikan TGB-pun bergerak cepat dengan merangkul pihak-pihak yang berkomprten untuk “mengamankan”NTB. Langkah itu bahkan dilakukan sebelum pengumuman resmi oleh KPU tentang siapa pemenang Pilgub NTB.

Seperti diketahui, oleh pemerintah Jokowi daerah NTB di tetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia. Beberapa mega proyek pemerintah pusat seperti KEK Mandalika, Global Hub dan proyek pengembangan infrastruktur pulau Sumbawa tengah bergulir di daerah ini.

Tengarai saya, untuk meyakinkan para pihak bahwa NTB masih cukup kondusif dan koperatif, DR Zul mengajak TGB untuk bersilaturahmi kepada para tokoh dan membuat pernyataan yang cukup menghebohkan itu.

Jadi apakah pernyataan dukungan TGB itu sebuah sinyal beliau akan digandeng Jokowi dalam pilpres mendatang? Saya kira masih cukup jauh.

Tapi setidaknya untuk sementara waktu itu akan meredam “ketegangan” banyak pihak, baik di pusat maupun di NTB. Mereka yang biasa berseteru akan bisa bernafas sedikit lega. Tinggal garis keras TGB dan mereka yang memandang politik itu hitam putih yang masih kebingungan.