Komentator Film

Spread the love

“Semua mata tertuju pada si toke yg telah membuat suasana ‘hidup dan ceria’ dengan cara yg tak biasa. Mungkin karena merasa telah menyebabkan kegaduhan”

Oleh : Miftah Hamid

Orangnya berperawakan agak gemuk dengan tinggi sekitar 160-165. Mukanya seperti orang A**b A*pen*n. Gaya bicaranya seperti seorang ‘expert who knows everything’. Jalannya seperti orang buru2, cepat sekali seakan2 takut ketinggalan pesawat. Pakaiannya ‘casual’ kayak pemilik toko yg sedang jaga tokonya (you know laaah), baju kaos celana kain sandal slop hitam sepertinya dari kulit dengan kacamata. I think you can see his picture in your mind.

Saya bisa tahu detil orang ini setelah berusaha mengikutinya dengan setengah berlari waktu keluar dari bioskop XXI ketika ‘Death Wish’nya Bruce Willis usai kami tonton. You know laaah film merupakan chicken soup for my soul sejak lama dari waktu masih di bangku MTs.

Buat apa repot2 ngurusin orang yg kenal aja tidak? Ada hal yg unik dari orang ini yg awalnya sih bikin kesel setengah mati tetapi lama2 kok bikin ngakak. Bayangkan bagaimana dia bisa mengaduk2 atmosfer perasaan banyak orang (mungkin semua penonton saat itu), membuat emosi kita begitu berwarna. Pernahkah anda mengalami perasaan jengkel yg lama2 berubah menjadi geli dalam waktu tidak lebih dari 2 jam? Hal itu terjadi pada kami yg menonton film bersama orang tersebut saat itu.

Ceritanya dimulai sejak film belum mulai diputar. Orang itu tidak pernah diam lebih dari 5 detik. Sepanjang pengalaman saya nonton film, baru kali ini saya bertemu dengan orang yg terus menerus bicara seakan orang2 di sekelilingnya hanya sekumpulan manequin baju yg tidak perlu dihiraukan. Sikap cueknya begitu hebat. He was the star in the whole moment. Gaya bicaranya seperti komentator sepak bola waktu pertandingan antara Indonesia lawan Korea Selatan dulu yg dimenangkan Indonesia 3-2 kalau saya gak salah ingat. Dia begitu emosional.

Awalnya sebelum film main, dia menelfon seseorang dengan suara keras sekali seakan isi rumahnya mau diceritakan semua. The man without a secret. “Hei, gimana ceritanya kemarin, kayaknya kamu salah makan tuh, kalau saya sih gak bakalan makan di sana lagi, udah sehat sekarang? iya saya lagi di bioskop niiih, ada filmnya Bruce Willis bagus, kamu harusnya ikut biar seru, udah dulu ya, filmnya mau mulai.” Saya lihat hampir semua orang nengok ke sumber suara tentu dengan pandangan agak merasa terganggu.

And the drama went on. “Wah pasti bagus nih” salah satu komentar awal. Ketika adegan perampok.masuk rumah lewat jendela, orang ini teriak seakan mau memperingatkan kedua ibu dan anak yg mau disergap, “Wooyyy awas ada orang di belakang!!!” Kontan kita semua kaget. Ada yg ‘nggrundel’ di belakang saya, “Kampungan!!!” Saya sebagai orang kampung agak tersinggung juga sih kenapa kata itu digunakan untuk menggambarkan orang yg tidak tahu aturan padahal hidup kita di kampung sangat teratur. What the ***k.

Kadang2 dia mengikuti kalimat yg diucapkan para pemeran. Setelah beberapa lama, kita jadi terbiasa dengan komentar2 tidak pentingnya. Bahkan kita malah menunggu2 kira2 orang ini mau ngomen apa lagi. It’s so marvelous how the feelings changed rapidly. Akhirnya di tengah film kita jadi senyum2 sendiri mendengar sang komentator gratis membawakan perannya dengan cara heboh.

Begitu film selesai, semua mata tertuju pada si toke A**b yg telah membuat suasana ‘hidup dan ceria’ dengan cara yg tak biasa. Mungkin karena merasa telah menyebabkan kegaduhan, dia langsung bergegas keluar. Saya dengan penasaran berjalan dengan cepat berusaha mengikutinya dari jarak sekitar 6 meter. Ternyata kelakuannya seperti itu sudah menjadi karakternya. Tiap kali dia melihat sesuatu yg mungkin baginya beda, dia berkomentar tanpa peduli orang mau dengar atau tidak. Saya mengikutinya sampai area parkir tanpa berusaha untuk mengenalnya. Ngapain juga kenalan ama orang senewen wkwkwkwk. Saya cuma berdiri dan tertawa dalam hati melihatnya pergi tidak nengok2. See you, boss!!! Kapan lagi kita nonton bareng hahahaha.

By Miftah Hamid Film 0 Comments

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *